Belgia dan prancis mendapatkan teror bom dari pihak yang tidak bertanggung jawab, media dan seluruh dunia langsung tertuju dan menyoroti kejadian tersebut, seakan islam yang melakukan nya, sedangkan ketika aleppo dan palestina di bantai, media dan dunia seakan tidak peduli.
Di sini lah rasa kental nya diskriminasi terhadap islam dari sekelompok pembenci islam. Dunia seakan buta dan bisu, seakan tidak ingin tau dengan apa yang terjadi, padahal ratusan umat islam dri anak kecil hingga orang dewasa di bantai dan di bunuh keji.
Bantuan pun tidak ada sama sekali, sungguh miris dimana tidak tegak nya keadilan bagi seluruh orang di dunia ini, PBB sebagai organisasi tertinggi dunia pun tidak sedikit pun membuka telinga nya untuk sedikit mendengar aoa yang terjadi, tidak sedikit pun membuka mata nya untuk melihat seberapa deras air mata yang mengalir. Darah bercucuran dimana-mana.
Apakah HAM sudah tidak berlaku?
Mungkin iya jawaban nya. Dunia ini sudah sakit, dimana tidak ada kepedulian sesama, hanya ego masing-masing yang di kedepankan.
Kamis, 12 Januari 2017
Selasa, 10 Januari 2017
Kekejaman israel
Bumi merupakan tempat diman kita tinggal. Kita di bumi ini di bagi menjadi beberapa benua dan negara. Meskipun kita berbeda negara tapi tidak diperuntukan kita untuk saling bermusuhan. Karena tujuan dari semua ini adalah perdamaian, ketenangan dan kesejahteraan dalam hidup. Sering kita ketahui masih banyak perang di mana, bentrok, konflik menyebabkan kehancuran dimana mana. Ambil contoh di palestina. Setiap hari mereka harus menderita karena kekejaman tentara zionis israel. Konflik yang berkepanjangan membuat mereka hidup tidak tenang, setiap hari harus beroacu dengan kerasnya dentuman rudal-rudal pesawat.
Tentara israel bahkan membunuh anak-anak untuk santapan anjing pelacak mereka.
Sungguh tidak bisa saya menahan air mata membaca kekejian tentara Israel terhadap anak-anak Palestina di jalur Gaza. Kebiadaban mereka tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Foto-foto dan video kekejaman yang menimpa anak-anak Palestina adalah saksi bahwa kebiadaban itu adalah fakta yang tidak terbantahkan.
Tentara Israel membawa anjing pelacak untuk memburu pejuang Hamas. Ketika anjing itu lapar, mereka mencari anak-anak dan menembaki mereka. Mayat anak-anak itu dijadikan makanan bagi anjing-anjing ini.
Beberapa hari lalu, di kamp pengungsi Jabaliya, yang terletak di bagian utara Gaza City, tak jauh dari pintu perbatasan Erez, seorang bocah perempuan, Shahd (4 tahun), sedang bermain di halaman belakang rumahnya. Tiba-tiba, tentara Zionis Israel menyerang dan menembak membabi-buta. Bocah gemuk yang lucu itu bersimbah darah.
Melihat anaknya tergeletak di lantai dengan kondisi mengenaskan, kedua orang tuanya buru-buru mengulurkan tangan hendak meraihnya. Tapi, serdadu Israel mengusirnya dengan hujan peluru. Kedua orang tua itu pun meninggalkan tempat itu, sementara anaknya masih tertidur di sana: entah sedang sekarat, entah sudah tewas.
Rupanya tentara Israel yang selalu membawa anjing pelacak saat melakukan serangan darat ke Jalur Gaza, memang punya maksud tertentu dengan tindakannya itu. Jenazah Shahd sengaja dibiarkan tergeletak di halaman terbuka itu untuk (maaf) dijadikan santapan anjing.
”Anjing-anjing itu meninggalkan satu bagian utuh tubuh bayi malang itu,” kata Abu Aukal, dengan air mata berderai, saat menuturkan cerita tragis itu, seperti dikutip islamonline, kemarin.
”Kami melihat pemandangan memilukan selama 18 hari terakhir (agresi Israel). Kami mengangkat mayat anak-anak yang tercabik atau terbakar. Tapi, tak ada yang seperti ini,” kata Abu Aukal.
Berhari-hari saudara Shahd, Matar, dan sepupunya, Muhammad, mencoba meraih tubuh gadis itu, tapi sia-sia. Lagi-lagi, tentara pendudukan Israel menggunakan bahasa tembakan untuk mengusir kedua bocah itu.
Bergidik saya membaca kekejaman tentara Israel ini. Saya yang penyayang anak-anak tidak bisa membayangkan kepiluan orangtua Shahd yang melihat mayat anaknya dijadikan santapan anjing. Ya Allah, kenapa masih ada manusia yang sangat biadab seperti itu dimuka bumi ini. Apa salah anak-anak itu sehingga mereka menjadi korban kebiadabn tentara Israel.
Selanjutnya ditulis dalam berita itu,
Apa yang terjadi pada Shahd, kata Zayda, tak bisa digambarkan dengan kata-kata, tidak pula rekayasa kamera. ”Anda tidak akan pernah membayangkan apa yang telah dilakukan anjing-anjing itu kepada tubuh anak tak berdosa itu,” kata pria ini sambil menahan air matanya.
Zayda menambahkan, ”Mereka bukan hanya membunuh anak-anak kami. Mereka juga melakukan tindakan yang sangat keji dan tak berperikemanusiaan.” Sejumlah orang Palestina meyakini apa yang terjadi pada Shahd bukanlah satu-satunya kasus mengerikan yang dilakukan tentara Israel kepada warga Palestina di Gaza.
Sebelumnya, menimpa keluarga Abu Rabu yang sedang mencoba menguburkan tiga anggota keluarganya yang tewas, ketika tentara Israel secara tiba-tiba mencegah acara penguburan itu dengan berondongan peluru. Saat keluarga yang sedang berduka itu menjauh, tentara Israel melepaskan anjing-anjing pelacaknya ke arah tubuh-tubuh itu. Peristiwa ini juga terjadi di Jabaliya.
Sekali lagi, saya hanya bisa menangis dan menangis membayangkan tragedi kemanusiaan yang memilukan ini. Semoga Allah SWT menimpakan balasan yang setimpal terhadap kekejian yang dibuat tentara Israel itu.
Tentara israel bahkan membunuh anak-anak untuk santapan anjing pelacak mereka.
Sungguh tidak bisa saya menahan air mata membaca kekejian tentara Israel terhadap anak-anak Palestina di jalur Gaza. Kebiadaban mereka tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Foto-foto dan video kekejaman yang menimpa anak-anak Palestina adalah saksi bahwa kebiadaban itu adalah fakta yang tidak terbantahkan.
Tentara Israel membawa anjing pelacak untuk memburu pejuang Hamas. Ketika anjing itu lapar, mereka mencari anak-anak dan menembaki mereka. Mayat anak-anak itu dijadikan makanan bagi anjing-anjing ini.
Beberapa hari lalu, di kamp pengungsi Jabaliya, yang terletak di bagian utara Gaza City, tak jauh dari pintu perbatasan Erez, seorang bocah perempuan, Shahd (4 tahun), sedang bermain di halaman belakang rumahnya. Tiba-tiba, tentara Zionis Israel menyerang dan menembak membabi-buta. Bocah gemuk yang lucu itu bersimbah darah.
Melihat anaknya tergeletak di lantai dengan kondisi mengenaskan, kedua orang tuanya buru-buru mengulurkan tangan hendak meraihnya. Tapi, serdadu Israel mengusirnya dengan hujan peluru. Kedua orang tua itu pun meninggalkan tempat itu, sementara anaknya masih tertidur di sana: entah sedang sekarat, entah sudah tewas.
Rupanya tentara Israel yang selalu membawa anjing pelacak saat melakukan serangan darat ke Jalur Gaza, memang punya maksud tertentu dengan tindakannya itu. Jenazah Shahd sengaja dibiarkan tergeletak di halaman terbuka itu untuk (maaf) dijadikan santapan anjing.
”Anjing-anjing itu meninggalkan satu bagian utuh tubuh bayi malang itu,” kata Abu Aukal, dengan air mata berderai, saat menuturkan cerita tragis itu, seperti dikutip islamonline, kemarin.
”Kami melihat pemandangan memilukan selama 18 hari terakhir (agresi Israel). Kami mengangkat mayat anak-anak yang tercabik atau terbakar. Tapi, tak ada yang seperti ini,” kata Abu Aukal.
Berhari-hari saudara Shahd, Matar, dan sepupunya, Muhammad, mencoba meraih tubuh gadis itu, tapi sia-sia. Lagi-lagi, tentara pendudukan Israel menggunakan bahasa tembakan untuk mengusir kedua bocah itu.
Bergidik saya membaca kekejaman tentara Israel ini. Saya yang penyayang anak-anak tidak bisa membayangkan kepiluan orangtua Shahd yang melihat mayat anaknya dijadikan santapan anjing. Ya Allah, kenapa masih ada manusia yang sangat biadab seperti itu dimuka bumi ini. Apa salah anak-anak itu sehingga mereka menjadi korban kebiadabn tentara Israel.
Selanjutnya ditulis dalam berita itu,
Apa yang terjadi pada Shahd, kata Zayda, tak bisa digambarkan dengan kata-kata, tidak pula rekayasa kamera. ”Anda tidak akan pernah membayangkan apa yang telah dilakukan anjing-anjing itu kepada tubuh anak tak berdosa itu,” kata pria ini sambil menahan air matanya.
Zayda menambahkan, ”Mereka bukan hanya membunuh anak-anak kami. Mereka juga melakukan tindakan yang sangat keji dan tak berperikemanusiaan.” Sejumlah orang Palestina meyakini apa yang terjadi pada Shahd bukanlah satu-satunya kasus mengerikan yang dilakukan tentara Israel kepada warga Palestina di Gaza.
Sebelumnya, menimpa keluarga Abu Rabu yang sedang mencoba menguburkan tiga anggota keluarganya yang tewas, ketika tentara Israel secara tiba-tiba mencegah acara penguburan itu dengan berondongan peluru. Saat keluarga yang sedang berduka itu menjauh, tentara Israel melepaskan anjing-anjing pelacaknya ke arah tubuh-tubuh itu. Peristiwa ini juga terjadi di Jabaliya.
Sekali lagi, saya hanya bisa menangis dan menangis membayangkan tragedi kemanusiaan yang memilukan ini. Semoga Allah SWT menimpakan balasan yang setimpal terhadap kekejian yang dibuat tentara Israel itu.
Langganan:
Postingan (Atom)